KLIK SAJA - Ranea Ezreen, aktris muda asal Malaysia, tengah menjadi sorotan di dunia hiburan Asia Tenggara berkat perannya yang ikonik sebagai Dewi dalam serial drama kontroversial Bidaah.
Namanya melejit, tidak hanya di negeri asalnya, tetapi juga merambah ke Indonesia, terutama setelah adegan “Walid nak Dewi” viral di TikTok dan berbagai platform media sosial.
Adegan epik tersebut mempertemukan karakter Dewi (Ranea Ezreen) dan Walid (diperankan oleh aktor senior Faizal Hussein) dalam suasana dramatis yang menggugah emosi penonton.
Ekspresi lembut dan ketundukan Dewi saat dipanggil dengan lirih oleh Walid menjadi bahan candaan sekaligus perbincangan hangat di kalangan netizen, karena mengundang kontroversial.
Tak sedikit warganet Indonesia yang menyebut adegan itu sebagai “ikonik” sekaligus “bikin merinding tapi lucu”.
Popularitas viral ini mendorong banyak pengguna media sosial dari Indonesia untuk mencari tahu lebih dalam tentang sosok Ranea Ezreen.
Baca Juga: Mengenal Aktor Malaysia Faizal Hussein, Pemeran Walid 'Bidaah' yang Tengah Viral di TikTok
Mereka menemukan bahwa di balik karakter Dewi yang kalem dan misterius, Ranea adalah pribadi yang ceria, aktif, dan sangat mencintai dunia seni peran.
Lahir pada 4 September 1999, Ranea kini berusia 25 tahun dan telah aktif di dunia hiburan sejak 2022.
Meskipun tergolong baru, kariernya berkembang pesat berkat penampilannya yang kuat dan natural. Ranea tidak hanya berbakat dalam akting, tetapi juga aktif dalam dunia teater, menyanyi, menjadi host acara, bahkan modeling.
Semua ini ia bagikan lewat akun Instagram-nya, @raneaezreen, yang kini diserbu penggemar dari berbagai negara.
Serial Bidaah sendiri mengangkat tema berat seputar tafsir agama dan konflik keluarga dalam balutan dramatisasi yang intens.
Tayangan ini memang mengundang banyak kontroversi di masyarakat, namun tak sedikit pula yang mendukung tayangan ini, sebagai mitigasi perilaku menyimpang yang menggunakan kedok agama.
Namun berkat akting yang kuat dari para pemerannya, terutama Ranea Ezreen, serial ini berhasil menembus batas budaya dan bahasa, menjadi pembicaraan lintas negara.