entertainment

4 Kejanggalan Film Animasi Aladdin (1992) Versi Disney, Salah Satunya Tidak Islami!

Senin, 3 Maret 2025 | 11:06 WIB
Film Aladin (1992) yang justru tidak tampilkan etnik budaya Arab Mesopotamia (Disney)

Penggambaran Jasmine seperti ini justru terkesan mengabaikan nilai-nilai budaya dan agama yang seharusnya melekat pada karakter tersebut.

Tampilan Fisik Karakter Cenderung India, Bukan Arab

Bukan bermaksud rasialis, karakter-karakter dalam film Aladdin juga terlihat lebih mirip dengan orang India daripada orang Arab.

Misalnya, kulit Aladdin yang lebih gelap dan fitur wajahnya yang tidak khas Arab.

Begitu juga dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang memiliki ciri fisik lebih mirip dengan orang India.

Padahal, latar cerita Aladdin seharusnya berada di negeri Arab, bukan India.

Hal ini menimbulkan kesan bahwa Disney kurang memperhatikan akurasi etnis dan budaya dalam pembuatan film ini.

 Istana Raja Lebih Mirip Taj Mahal, Ketimbang Istana Arab

Istana Sultan dalam film Aladdin terlihat megah dan indah, tetapi desainnya justru lebih mirip dengan Taj Mahal, sebuah bangunan ikonik di India, daripada istana Arab.

Arsitektur Arab memiliki ciri khas tersendiri, seperti kubah besar, menara, dan ornamen kaligrafi yang kaya.

Namun, istana dalam film ini justru didominasi oleh gaya arsitektur Mughal India, yang tidak sesuai dengan latar budaya Arab Mesopotamia.

Hal ini menunjukkan ketidaksesuaian antara latar cerita dan visual yang ditampilkan.

Namun, terlepas dari keanehan-keanehan tersebut, Aladdin (1992) versi Walt Disney tetap menjadi film yang berhasil membawa pesan universal tentang keberanian, cinta, dan impian.

Namun, sebagai penonton, kita juga perlu kritis dalam melihat representasi budaya yang ditampilkan dalam sebuah karya seni.

Semoga ke depannya, film-film animasi bisa lebih memperhatikan akurasi budaya dan sejarah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.***

Halaman:

Tags

Terkini