entertainment

Dear Penerus Tanah Air: Tingkatkan Literasi, Begini Sorotan Peneliti Perilaku Generasi Muda Indonesia Soal Fenomena 'Kabur Aja Dulu'

Minggu, 23 Februari 2025 | 05:10 WIB
Dear Penerus Tanah Air: Tingkatkan Literasi, Begini Sorotan Peneliti Perilaku Generasi Muda Indonesia Soal Fenomena 'Kabur Aja Dulu' (Potret peneliti perilaku generasi muda Tanah Air di biro riset Youth Laboratory Indonesia, Dr. Muhammad Faisal. (Instagram.com/@ketemufaisal))

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Faisal mengungkapkan bahwa salah satu fenomena yang mempengaruhi cara berpikir generasi muda adalah Fear of Better Option (FOBO).

Peneliti yang fokus pada perilaku generasi muda di Indonesia ini menjelaskan bahwa Generasi Z sering kali merasa ada opsi yang lebih baik, sehingga mereka mengalami kesulitan untuk berkomitmen pada suatu hal.

Fenomena ini semakin diperkuat oleh keberadaan media sosial yang memungkinkan terjadinya perbandingan sosial secara berlebihan.

“Ada fase berikutnya, Fear of Better Option atau FOBO. Saya rasa, ini isunya tadi kan, ‘Kabur Aja Dulu’. Karena sosial media membuat komparasi sosial,” jelas Dr. Faisal.

Baca Juga: Armand Maulana Sebut Vibrasi Suara Indonesia Dibentuk untuk Memberi Masukan pada Pemerintah, Tepis Anggapan Sebagai Tandingan AKSI

Dalam menghadapi tantangan ini, Dr. Faisal menekankan pentingnya merasa cukup dengan apa yang dimiliki agar tidak terus-menerus terjebak dalam komparasi sosial yang tidak sehat.

"Jadi perasaan cukup itu jadi perasaan yang dibutuhkan kembali. Jadi gak terus menerus komparasi, itu yang pada akhirnya FOBO, menjadi kegelisahan anak sekarang," tambahnya.

Berkaca dari hal itu, Helmy kemudian bertanya terkait solusi dari sang peneliti Tanah Air itu agar generasi muda di Indonesia dapat berkembang dan beradaptasi dengan situasi 'Kabur Aja Dulu' yang ingar di medsos.

Dr. Faisal ke Generasi Muda Tanah Air: Tingkatkan Literasi!

Menjawab terkait fenomena 'Kabur Aja Dulu', Dr. Faisal memberikan pandangan generasi muda perlu melihat kembali sejarah perjuangan pemuda Indonesia.

Baca Juga: Review Film 'Waktu Maghrib' (2023), Berhasil Memikat Perhatian Penonton dengan Alur Cerita yang Menegangkan dan Atmosfer yang Mencekam

Hal itu dapat dilakukan generasi muda Indonesia dengan meningkatkan literasi dan berdiskusi satu sama lain agar dapat meyakini Tanah Air mereka sebagai bangsa yang besar.

"Nasihat saya adalah berkaca pada generasi-generasi muda Indonesia. Jadi kalau dulu Indonesia lahir dari anak-anak muda yang masih usia belasan, dua puluhan dengan segala keterbatasan," tutur Dr. Faisal.

"Tingkatkan literasi dengan membaca buku, berdiskusi, berimajinasi, lalu lahirlah Indonesia. Saya rasa ini perlu dilakukan agar dapat imajinasikan ulang Indonesia hingga muncul keyakinan sebagai bangsa yang besar," tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini