Namun, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk terbang.
Dokter mungkin akan merekomendasikan agar ibu hamil tidak melakukan perjalanan udara jika terdapat kondisi tertentu yang dapat memburuk selama penerbangan atau jika ada kemungkinan memerlukan perawatan medis darurat.
Contoh kondisi tersebut meliputi:
1. Riwayat keguguran atau pendarahan vagina.
2. Anemia berat.
3. Tekanan darah tinggi atau diabetes yang tidak terkontrol.
4. Pernah mengalami preeklamsia (tekanan darah tinggi dengan protein dalam urine) pada kehamilan sebelumnya.
5. Mengandung bayi kembar atau lebih.
Baca Juga: Review Film Dunkirk (2017): Ansambel Epik di Pantai Prancis Arahan Christopher Nolan
Selain itu, lamanya penerbangan juga bisa memengaruhi keputusan ini, sehingga pastikan untuk memberitahu dokter tentang durasi perjalanan.
Beberapa maskapai juga memiliki aturan yang melarang wanita hamil terbang setelah usia kehamilan tertentu, biasanya 36 minggu.
Jika dokter memberikan izin, waktu terbaik untuk bepergian dengan pesawat adalah pada trimester kedua.
Pada periode ini, risiko komplikasi kehamilan seperti keguguran atau persalinan prematur lebih rendah dibanding trimester pertama dan ketiga.
Baca Juga: Review Film 12 Years a Slave (2013): Dua Belas Tahun Pengabdian Solomon Northup
Tips Aman Terbang Saat Hamil