KLIK SAJA - Wallace & Gromit kembali! Duo ikonik dari Aardman Animations ini hadir dengan petualangan terbaru mereka, Vengeance Most Fowl.
Disutradarai oleh Nick Park yang dibantu oleh Merlin Crossingham, film stop-motion ini menandai kembalinya penjahat favorit penggemar, Feathers McGraw, dan menjanjikan aksi, humor khas, dan inovasi teknologi yang selalu menjadi ciri khas Wallace & Gromit.
Film berdurasi 1 jam 19 menit ini sudah dapat disaksikan di Netflix mulai 3 Januari 2025. Review ini akan mengupas tuntas petualangan terbaru Wallace dan Gromit, menganalisis kembalinya Feathers McGraw, dan membandingkannya dengan karya-karya sebelumnya.
Mari kita sambut kembali duo kesayangan kita ini dalam petualangan paling kocak di awal tahun 2025!
Baca Juga: Review Film Moana 2 (2024), Panggilan Leluhur, Babak Baru Perjalanan Moana
Kekacauan Akibat Penemuan Wallace
Wallace menciptakan Norbot, robot kurcaci taman, dan membuka bisnis penyewaan. Gromit merasa diabaikan dan khawatir dengan ketergantungan Wallace pada teknologi. Karena suara bising Norbot saat mengisi daya di malam hari, Gromit membawanya ke ruang bawah tanah dan menghubungkannya ke komputer. Tanpa disadari, tindakan ini membuka jalan bagi kekacauan yang akan datang.
Feathers McGraw, si penguin penjahat yang sebelumnya ditangkap oleh Wallace dan Gromit, dipenjara di kebun binatang. Mengetahui tentang Norbot dari televisi, Feathers meretas komputer Wallace dan memprogram ulang robot tersebut untuk melayaninya dan menciptakan pasukan kurcaci. Para kurcaci ini kemudian melakukan serangkaian pencurian di kota, membuat Inspektur Mackintosh dan PC Mukherjee mencurigai Wallace dan menyita penemuannya.
Gromit, yang yakin Wallace tidak bersalah, lalau mengambil tindakan untuk menyelamatkan Wallace.
Baca Juga: Review Film The Wild Robot (2024), Perjalanan Emosional Roz Dari Robot Menjadi Ibu
Sejarah Wallace & Gromit di Aardman Animations
Wallace & Gromit pertama kali muncul dalam film pendek A Grand Day Out (1989). Wallace, seorang penemu eksentrik yang sangat menyukai keju, dan Gromit, anjingnya yang cerdas dan pendiam, dengan cepat memikat hati penonton dengan humor mereka yang unik dan animasi stop-motion yang memukau.
Kesuksesan A Grand Day Out diikuti oleh dua film pendek lainnya, The Wrong Trousers (1993) dan A Close Shave (1995), yang memperkenalkan karakter-karakter ikonik seperti Feathers McGraw dan Shaun the Sheep.