KLIK SAJA - Yorgos Lanthimos, sutradara dengan visi yang unik dan seringkali kontroversial, kembali dengan Poor Things.
Film yang diadaptasi dari novel karya Alasdair Gray ini menghadirkan kisah Bella Baxter (Emma Stone), seorang wanita yang dihidupkan kembali dengan otak bayi.
Dengan gaya surealis, dark comedy, dan visual yang memukau, Poor Things mengajak penonton dalam perjalanan yang aneh, lucu, dan sekaligus menggugah pikiran tentang identitas, kebebasan, dan eksistensi.
Film berdurasi 2 jam 21 menit ini dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh film terbaik tahun 2023 oleh National Board of Review dan American Film Institute , dan menerima berbagai penghargaan, termasuk empat kemenangan di Academy Awards ke-96 dan dua di Golden Globe Awards ke-81.
Baca Juga: Review Film Barbie (2023): Lebih dari Sekadar Plastik
Kelahiran Kembali dan Pencarian Identitas Bella Baxter
Poor Things bercerita tentang Bella Baxter, seorang wanita muda yang dihidupkan kembali oleh seorang ilmuwan eksentrik, Dr. Godwin Baxter (Willem Dafoe).
Proses "kelahiran kembali" ini memberinya otak bayi dalam tubuh wanita dewasa, membuatnya harus belajar kembali segala hal, dari berbicara hingga berjalan. Film ini mengikuti perjalanan Bella dalam menjelajahi dunia, belajar tentang dirinya sendiri, dan menemukan identitasnya.
Karakter Bella Baxter menjadi pusat perhatian dalam film ini. Emma Stone memberikan performa yang luar biasa, menggambarkan dengan meyakinkan transformasi Bella dari seorang bayi yang polos hingga seorang wanita yang mandiri dan berani.
Kita melihat bagaimana Bella belajar tentang dunia dengan rasa ingin tahu yang besar, tanpa prasangka atau batasan sosial. Interaksinya dengan karakter lain, seperti Max McCandles (Ramy Youssef) dan Duncan Wedderburn (Mark Ruffalo), memberikan warna tersendiri dalam perjalanannya.
Baca Juga: Review Film Oppenheimer (2023): Bayangan di Balik Ledakan Hiroshima-Nagasaki
Visual Surealis dan Dark Comedy Khas Lanthimos
Seperti film-film Lanthimos sebelumnya, Poor Things juga menampilkan visual yang surealis dan disturbing. Penggunaan warna, kostum, dan set yang unik menciptakan atmosfer yang aneh dan memikat.