entertainment

Review Film Here (2024): Surat Cinta Zemeckis dan Tom Hanks untuk Waktu dan Kenangan

Sabtu, 4 Januari 2025 | 12:00 WIB
Poster Film Here (2024) yang Dibintangi Tom Hanks (IMDb)

KLIK SAJA - Robert Zemeckis dan Tom Hanks. Dua nama ini, bagi para pecinta film, ibarat garansi mutu.

Ingat Forrest Gump (1994)? Film yang menyentuh hati dan memenangkan banyak penghargaan itu bukan hanya sekadar tontonan, tapi juga fenomena budaya pop. Zemeckis dengan piawai merangkai kisah hidup Forrest melalui lanskap sejarah Amerika, sementara Hanks memberikan penampilan ikonik yang tak terlupakan.

Kini, hampir tiga dekade kemudian, keduanya kembali berkolaborasi, ditemani Robin Wright, dalam sebuah proyek yang sama ambisiusnya: Here (2024).

Jika Forrest Gump membawa kita menyusuri waktu melalui perjalanan seorang individu, Here melakukan hal yang sama melalui sebuah tempat: sebuah rumah.

Diadaptasi dari novel grafis karya Richard McGuire, Here berdurasi 1 jam 44 menit ini menjanjikan pengalaman sinematik yang unik, perpaduan antara nostalgia dan inovasi, sebuah eksplorasi tentang bagaimana tempat menyimpan jejak waktu dan kenangan.

Baca Juga: Review Film NR24 (2024): Api Perlawanan Oslo Melawan Nazi Hingga Melahirkan Gunnar Sønsteby

 

Rumah yang Bicara, Jejak Waktu, dan Penghuninya

Dalam Here, rumah itu sendiri adalah narator utama. Kita tidak mengikuti satu karakter dari awal hingga akhir, melainkan menyaksikan bagaimana rumah tersebut menjadi saksi bisu kehidupan beberapa generasi.

Al Young (Paul Bettany) hadir sebagai sosok kepala keluarga di awal cerita, berjuang menghadapi kerasnya kehidupan. Richard (Tom Hanks), anaknya, tumbuh menjadi pemuda yang sensitif dan punya jiwa seni. Pertemuannya dengan Margaret (Robin Wright) membawa warna baru bagi rumah tersebut. Pernikahan, kelahiran anak, dinamika keluarga—semuanya terekam di dinding-dinding rumah itu.

Here berani menyajikan spoiler sejak awal. Kita tahu bahwa rumah itu akan tetap berdiri, sementara para penghuninya datang dan pergi, lahir dan mati.

Ini bukan spoiler yang merusak pengalaman menonton, justru menjadi premis yang kuat. Kita tidak bertanya "apa yang akan terjadi selanjutnya?", melainkan "bagaimana hal itu terjadi?".

Kita melihat Richard dari masa muda hingga usia senja, lalu generasi berikutnya mengambil alih rumah tersebut. Setiap sudut ruangan menyimpan memori: coretan di dinding, bekas perabotan, foto-foto usang.

Film ini tidak ragu menampilkan adegan-adegan yang slice-of-life, dari momen bahagia hingga pertengkaran sengit, semuanya terjadi di lokasi yang sama, dengan perbedaan waktu yang terkadang hanya beberapa detik.

Halaman:

Tags

Terkini