Banyak reviewer dan penonton yang merasa bahwa elemen musikal terasa dipaksakan dan mengganggu penceritaan.
Lebih parahnya lagi, beberapa kritikus bahkan menyebut Joker: Folie à Deux sebagai salah satu adaptasi komik terburuk yang pernah ada.
Mereka berpendapat bahwa film ini kehilangan esensi dari karakter Joker yang kompleks dan ikonik, dan lebih memilih untuk menyajikan drama romantis yang klise dengan sentuhan kegilaan.
Perbandingan dengan film pertama pun tak terhindarkan, dan banyak yang merasa bahwa Folie à Deux jauh di bawah kualitas Joker (2019).
Baca Juga: Review Film Dune: Part One (2021), Mata Paul Atreides Memandang Arrakis dan Takdirnya
Joaquin Phoenix Setengah Hati? Pesona Gaga Tak Mampu Selamatkan
Muncul asumsi bahwa Joaquin Phoenix seakan setengah hati melanjutkan perannya sebagai Joker. Intensitas dan kedalaman psikologis yang ia tampilkan di film pertama seolah menghilang, digantikan dengan performa yang terasa hambar.
Di sisi lain, Lady Gaga tampil memukau dengan pesona musikalnya, mengingatkan pada performanya di A Star is Born. Sayangnya, pesona Gaga tidak mampu menyelamatkan keseluruhan film.
Sisi gelap dan mengerikan Joker yang menjadi daya tarik utama di film pertama justru kurang dieksplorasi di Folie à Deux. Hingga akhir film, Joker terasa lebih sebagai karakter pendukung bagi Harley Quinn, sebuah keputusan yang mengecewakan banyak penggemar.
Hilangnya esensi Joker inilah yang memicu kemarahan para penggemar, yang merasa bahwa karakter ikonik ini telah disalahgunakan.
Joker: Folie à Deux bagaikan eksperimen yang gagal. Meskipun menawarkan perspektif baru tentang hubungan Joker dan Harley Quinn dengan sentuhan musikal yang unik, film ini justru kehilangan esensi dari karakter Joker dan gagal memenuhi ekspektasi yang tinggi.
Keputusan untuk mengubah genre dan fokus pada romansa berujung pada kritikan pedas dan kekecewaan para penggemar. Meskipun performa Lady Gaga cukup memukau, ia tidak mampu menutupi kekurangan film secara keseluruhan.
Folie à Deux menjadi bukti bahwa tidak semua eksperimen berbuah manis, dan terkadang, tetap setia pada formula yang sudah terbukti sukses adalah pilihan yang lebih bijak.