entertainment

Review Film Napoleon (2023): Susahnya Membedakan Kualitas Tampilan dan Source Material sang Jenderal Bucin

Senin, 30 Desember 2024 | 10:55 WIB
Napoleon. Ilustrasi jadwal bioskop XXI Solo hari ini Minggu 17 Desember 2023. (Foto: Dok.XXI)

KLIK SAJA - Napoleon (2023) hadir dengan potensi yang sangat besar. Ditulis oleh David Scarpa dan disutradarai oleh Ridley Scott, dua nama besar di industri perfilman, ekspektasi terhadap film sejarah ini tentu sangat tinggi.

Sayangnya, alih-alih menyajikan potret epik seorang jenderal dan kaisar legendaris, film ini justru memilih fokus pada sisi personal Napoleon Bonaparte, khususnya melalui surat-surat intimnya dengan istri pertamanya, Josephine.

Keputusan ini, meskipun menarik secara konsep, pada akhirnya justru menjadi bumerang dan mereduksi sosok Napoleon menjadi sekadar jenderal yang bucin.

Film sepanjang 2 jam 38 menit ini memang masih dilengkapi dengan semua paparan legasi Sang Jenderal, namun keterikatannya kepada karakter "bucin" membuat banyak kritik datang. Dan dampaknya, silang pendapat ini membuat nilai 6.3/10 di IMDb harus iklhas diraih Ridley Scott.

Cukup disayangkan melihat totalitas Joaquin Phoenix dan Vanessa Kirby yang menguap karena sebuah pertanyaan ketidakpercayaan pada source material, "Apa benar Napoleon seperti itu?"

Baca Juga: Review Film Dune: Part One (2021), Mata Paul Atreides Memandang Arrakis dan Takdirnya

Ambisi, Cinta, dan Kejatuhan

Alur film ini mengisahkan perjalanan hidup Napoleon Bonaparte (Joaquin Phoenix), dari awal karir militernya yang cemerlang hingga kebangkitannya sebagai Kaisar Prancis dan berakhir dengan pengasingannya.

Film ini dibuka dengan adegan Revolusi Prancis dan dengan cepat memperkenalkan Napoleon sebagai seorang perwira muda yang ambisius. Ia menunjukkan bakat militernya dalam beberapa pertempuran, termasuk Pengepungan Toulon.

Salah satu fokus utama film ini adalah hubungannya yang kompleks dan penuh gejolak dengan Josephine de Beauharnais (Vanessa Kirby). Pertemuan mereka digambarkan dengan intens, dan surat-surat cinta mereka menjadi narasi utama film. Film ini menggambarkan bagaimana Josephine memengaruhi keputusan dan ambisi Napoleon.

Film ini juga menampilkan beberapa pertempuran ikonik yang dipimpin Napoleon, seperti Pertempuran Austerlitz dan Pertempuran Waterloo. Namun, adegan-adegan pertempuran ini terasa kurang dieksplorasi dan tidak seepik yang diharapkan dari seorang Ridley Scott.

Pada akhirnya, film ini menggambarkan kejatuhan Napoleon, mulai dari invasi ke Rusia yang berujung bencana hingga kekalahannya di Waterloo dan pengasingannya ke pulau Saint Helena. Film ini diakhiri dengan kematian Napoleon di pengasingan.

Baca Juga: Review Film Dune: Part Two (2024), Transformasi Paul Atreides dari Pengelihatan Menuju Kekuasaan

Halaman:

Tags

Terkini