KLIK SAJA - Ryusuke Hamaguchi kembali dengan karya terbarunya, Evil Does Not Exist (2023), sebuah film yang awalnya direncanakan sebagai film pendek, namun berevolusi menjadi sebuah narasi yang lebih kompleks dan relevan.
Perubahan rencana ini tidak mengurangi idealisme Hamaguchi. Ia tetap mempertahankan penggunaan aktor non-profesional, menghasilkan sebuah karya yang terasa sangat natural, baik dari segi akting, ide cerita, maupun latar tempatnya yang mengambil keindahan hutan Jepang.
Film berdurasi 1 jam 46 menit ini bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga sebuah pernyataan tentang keseimbangan antara manusia dan alam, serta dampak pembangunan terhadap lingkungan.
Keberhasilan Evil Does Not Exist yang berjudul asli Aku wa sonzai shinai meraih penghargaan di berbagai festival film, termasuk Grand Jury Prize di Festival Film Internasional Venesia ke-80 dan London Film Festival, membuktikan kualitas dan resonansi isu globalnya di mata dunia.
IMDb juga memberi apresiasi yang bagus dengan nilai 7/10 untuk film yang dirilis global pada 26 April 2024 ini.
Baca Juga: Review Film The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim (2024), Perspektif Anime di Middle-earth
Ketenangan yang Terusik
Evil Does Not Exist berpusat pada kehidupan Takumi (diperankan oleh Hitoshi Omika) dan putrinya, Hana (Ryo Nishikawa), yang tinggal di sebuah desa kecil di kaki gunung dekat Tokyo.
Mereka menjalani kehidupan yang sederhana dan harmonis dengan alam. Takumi bekerja sebagai penebang kayu dan mengumpulkan air bersih dari mata air di hutan.
Ketenangan mereka terusik ketika sebuah perusahaan berencana membangun glamping (perkemahan mewah) di dekat desa mereka.
Kedatangan perwakilan perusahaan, Takahashi (Ryuji Kosaka) dan Mayuzumi (Ayaka Shibutani), membawa perubahan yang signifikan di hidup warga desa.
Mereka mencoba menjelaskan rencana pembangunan kepada warga desa, tetapi menghadapi penolakan karena proyek tersebut dianggap berpotensi merusak lingkungan dan sumber air yang menjadi tumpuan hidup warga.
Konflik pun tak terhindarkan, mempertentangkan kepentingan ekonomi dan kelestarian alam.