Meski awalnya tidak bersedia, Elodie akhirnya mengorbankan kepentingan pribadinya untuk menolong kerajaan kecil ayahnya tersebut. Ia bersama keluarga pun berlayar ke Aurea, yang menjanjikan membantu kebutuhan finansial tanah milik Bayford.
Malam sebelum pernikahan, Lord Bayford bertemu empat mata dengan Queen Isabelle perihal syarat dan ketentuan sebelum pernikahan. Lord Bayford terlihat gontai namun ia tidak ingin menyampaikan sebuah rahasia itu kepada siapapun.
Lady Bayford mulai mencium gelagat mencurigakan. Ia memberanikan diri memberi nasihat ke Elodie untuk membatalkan pernikahan. Elodie yang tidak terlalu dekat dengannya, plus sudah bulat hati menikah dengan Henry untuk kepentingan keluarganya, tetap melangsungkan pernikahan tersebut.
Kemudian dilakukan upacara klasik Kerajaan Aurea, yakni pertautan darah Prince Henry dan Elodie sebagai tanda Elodie sah menjadi Putri Kerajaan. Selepas itu, ternyata Henry menggendong lalu membuangnya ke dasar gunung sebagai salah satu tumbal bagi Sang Naga.
Baca Juga: Review Film The Brutalist (2024): Mencari Rumah di Tanah Impian, Kisah Imigran Pasca-Perang
Millie Bobby Brown Bawa Isu Perempuan dengan Apik
Menjadi satu-satunya tokoh sentral selain Naga di dalam film, Millie Bobby Brown mampu perankan Elodie secara cemerlang. Memperkirakan rentang usia Elodie ada di kisaraan awal 20 tahun, Millie menunjukkan girl-power yang diinginkan sutradara Juan Carlos Fresnadillo dan author Evelyn Skye dengan apik.
Mungkin cukup disayangkan bahwa film berdurasi 1 jam 50 menit ini kurang banyak menunjukkan interaksi antara Elodie dan Lady Bayford. Jika slot itu ada, emosi yang dibangun di awal film akan terasa lebih tajam. Apalagi Angela Bassett sangat paham memerankan tokoh seorang ibu.
Konflik "pengorbanan" Elodie yang dirahasiakan Lord Bayford juga cukup lemah di satu titik, karena ia adalah ayah yang sangat sayang terhadap anak-anaknya.
Pesan feminisme mampu ditunjukkan dengan jelas, bahwa wanita yang dijadikan "alat tukar" harta ternyata bisa untuk bertindak secara berani. Meski di sini Elodie tidak menolak pernikahan tersebut, perjuangannya untuk keluar dari jerat Sang Naga lebih hebat daripada Raja dan prajurit Aurea sekalipun.
Pendekatan tanpa dendam kepada Sang Naga, dengan ikut merasakan kepedihannya, menjadi alasan kuat untuk sebuah ending yang "memenangkan" bagi Elodie.
Satu hal yang kurang saya suka adalah adegan akhir film, dimana menunjukkan kemenangan Elodie secara "terlalu dramatis". Berjalan 20 an meter dengan ledakan dibelakangnya, Millie Bobby Brown tampak terlihat kaku pada scene tersebut.
Btw, IMDb memberikan rating 6.1/10 untuk film yang dirilis 8 Maret 2024 ini. Jika dipasarkan ke media mainstream seperti bioskop, bisa jadi angka pendapatan dan rating akan menjadi naik. Sebabnya, film Dansel sangat menghibur, serta saya tidak merasa "terbuang" waktu untuk menontonnya.