Dibantu oleh taman lamanya yang pengacara bernama Vincent Renzi (Swann Arlaud), Sandra akan menghadapi deretan sidang di pengadilan bersama anaknya yang juga harus terlibat sebagai saksi utama, Daniel.
Baca Juga: Review Film The Brutalist (2024): Mencari Rumah di Tanah Impian, Kisah Imigran Pasca-Perang
After Taste
Nama Justine Triet baru saja saya tahu ketika menonton film realis pemenang Festival Film Cannes 2023 ini. Wanita kelahiran Prancis ini menjadi sutradara film yang ia garap bersama pasangannya Arthur Harari sebagai penulis bersama.
Ada sedikit kesamaan antara kedua orang di balik layar ini (Justine dan Arthur) dengan pasangan Samuel-Sandra yang ada di film Anatomy Of A Fall, yakni juga berprofesi sebagai penulis. Mau dibilang berdasar kisah nyata? Who knows. Yang pasti ada dialog yang "sangat dalam" pada tengah film bergenre drama-kriminal-thriller yang berdurasi 2 jam 31 menit ini.
Saya akan menjelaskan hal magis pertama yang diberikan film ini. Plotnya dramanya sebenarnya sangat sederhana, dan untuk film thriller, hanya ada dua opsi yang ditawarkan sampai akhir. Samuel dibunuh Sandra, atau Samuel bunuh diri.
Justine dan Arthur mempersilahkan penonton bisa berasumsi sendiri atas kebenaran yang terjadi berdasarkan dua opsi tadi. Keputusan pengadilan jelas ada, tapi itu tidak menjadikan kita yakin bahwa hal itulah yang sebenarnya terjadi. Para tokoh, terutama Sandra, mampu menutup rapat-rapat rahasia yang tidak wajib mereka kemukakan di dalam persidangan.
Kedua, penonton akan secara tidak langsung dikenalkan oleh tokoh Samuel berdasarkan omongan orang lain. Ia langsung ditemukan meninggal saat kemunculan pertamanya. Kehadirannya melalui flash-back hanya untuk memvisualisasikan pernyataan dari para tokoh yang memberikan kesaksian.
Di sinilah dimainkan bagaimana sudut pandang orang lain terhadap pribadi seseorang. Selain melalui pengalaman bertemu langsung, juga bisa dinilai dari daily video yang secara sengaja dibuat Samuel.
Kejujuran dalam dialog yang direkam Samuel inilah yang menjadi hal magis ketiga, dan yang terbesar bagi saya pribadi. Tepat ketika persidangan Sandra dimulai, ternyata ada barang bukti berupa rekaman video yang menunjukkan percek-cokan keduanya, sehari sebelum kejadian. Dialognya sangat luar biasa. Bravo Justine dan Arthur!!
Terakhir, bintang utama dari kisah ini adalah Daniel dan Snoopy. Keduanya mempunyai kharismanya sendiri-sendiri. Daniel mungkin digambarkan "too mature/terlalu dewasa" untuk naskah ini, tetapi ini memang diperlukan untuk mengimbangi sisi emosionalnya. Dan anjing putih itu, dengan segala hormat, bagi saya telah berakting melebihi pemeran Hachiko.
Ketulusan di matanya, serta adegan memuntahkan aspirin merupakan next level bagi hewan untuk ikut bermain peran. Bagaimana jika itu merupakan editan komputer? Saya pun akan salut pada editornya, karena menciptakan adegan serealis itu.
IMDb memberikan score 7.7/10 dan Nominasi Oscar 2024 mereka adalah untuk Best Motion Picture, Best Director (Justine Triet), Best Actress (Sandra Huller), Best Original Screenplay, dan Best Editing (Laurent Senechal).