KLIK SAJA - A24, studio yang dikenal dengan film-filmnya yang inovatif dan provokatif, kembali hadir dengan karya terbaru yang tak kalah menarik, The Brutalist (2024).
Kali ini kolaborasi sutradara Brady Corbet dan penulis naskah Mona Fastvold menghadirkan sebuah drama epik yang mengeksplorasi kehidupan imigran Eropa di Amerika pasca-Perang Dunia II.
Meskipun berdurasi panjang (3 jam 35 menit), Corbet berhasil meramu cerita dengan apik sehingga penonton tidak merasa bosan mengikuti perjalanan emosional dan kompleks para karakternya.
The Brutalist mendapatkan penghargaan Silver Lion untuk kategori Best Director pada Festival Film Venice 2024. Dan, bersiaplah menerima gempuran 7 nominasi mereka di ajang Golden Globe 2025!
Rating di IMDb sebesar 8/1/10 juga menjadi penegas bagaimana bagusnya film berlatar belakang sejarah ini. Tanpa panjang lebar lagi, mari kita bahas The Brutalist (2024) yang akan dirilis global pada Januari 2025.
Perjalanan László Tóth Mencari Tanah Impian
The Brutalist mengisahkan perjalanan hidup László Tóth (Adrien Brody), seorang arsitek Yahudi Hungaria yang melarikan diri dari Eropa pasca-Perang Dunia II pada tahun 1947.
Bersama istrinya, Erzsébet (Felicity Jones), ia tiba di Amerika dengan harapan membangun kembali kehidupan, karir, dan pernikahan mereka yang terpisah akibat perang dan perubahan perbatasan serta rezim. Mereka bertekad untuk memulai awal yang baru di "tanah impian" tersebut.
László, seorang arsitek visioner dengan idealisme yang kuat, tiba di Amerika dengan membawa visi arsitektur yang unik dan modern. Ia berjuang untuk beradaptasi dengan budaya dan lingkungan baru yang sangat berbeda dengan Eropa yang ditinggalkannya.
Di tengah Amerika yang sedang mengalami kebangkitan pasca-perang, László menemukan dirinya di Pennsylvania, di mana ia bertemu dengan industrialis kaya dan berpengaruh, Harrison Lee Van Buren Sr. (Guy Pearce). Van Buren melihat bakat luar biasa dalam diri László dan memberinya kesempatan untuk berkarya.
Hubungan profesional antara László dan Van Buren berkembang menjadi lebih kompleks, melibatkan ambisi, persaingan, dan bahkan konflik moral. László dihadapkan pada dilema antara idealisme artistiknya dan tuntutan praktis dari proyek-proyek yang ia kerjakan.
Ia juga harus menghadapi tantangan dalam pernikahannya dengan Erzsébet, yang juga berjuang untuk beradaptasi dengan kehidupan baru mereka di Amerika.