KLIK SAJA - Perfilman Spanyol kini perlahan menunjukkan jati dirinya dengan ide-ide cerita yang segar. Manuel Martín Cuenca, sutradara Spanyol yang dikenal dengan karya-karyanya yang realistis dan menyentuh isu sosial, kembali hadir dengan film terbarunya, El Amor de Andrea (2023).
Film ini mengisahkan perjalanan emosional seorang gadis remaja bernama Andrea dalam menghadapi kenyataan pahit tentang cinta dan keluarga setelah perceraian orang tuanya.
Dengan penampilan memukau dari Lupe Mateo Barredo sebagai Andrea, film ini menawarkan potret yang jujur dan menyentuh tentang proses pendewasaan di tengah situasi yang sulit.
Rilis pada bulan November 2023, film produksi Filmax yang berdurasi 1 jam 41 menit ini memiliki feedback bagus dengan nilai 6.2/10 di IMDb.
Andrea dan Kehilangan Sosok Ayah
El Amor de Andrea berpusat pada Andrea, seorang gadis 15 tahun yang bertekad untuk mendapatkan kembali kasih sayang ayahnya, Daniel, yang menghilang setelah bercerai dengan ibunya.
Andrea mengingat ayahnya sebagai sosok yang penyayang dan tidak mengerti mengapa kini ayahnya enggan bertemu dengan mereka. Ia menyimpan kenangan indah tentang masa kecilnya bersama sang ayah, kenangan yang penuh tawa dan kehangatan.
Ia ingat bagaimana ayahnya selalu ada untuknya, mendengarkan ceritanya, dan memberikan dukungan. Kenangan-kenangan inilah yang membuatnya sulit menerima kenyataan bahwa ayahnya kini telah berubah.
Setelah perceraian yang pahit, Daniel benar-benar menjauh, bahkan tidak berusaha menghubungi ketiga anaknya: Andrea, Tomás, dan Fidel. Perceraian tersebut meninggalkan luka yang dalam bagi Andrea dan keluarganya. Ia merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutannya. Ia merasa ditinggalkan dan tidak dipedulikan.
Sebagai anak tertua, Andrea merasa bertanggung jawab atas kedua adiknya yang masih kecil dan sangat merindukan sosok ayah. Ia berusaha menjadi pengganti sosok ayah bagi adik-adiknya, meskipun ia sendiri masih berjuang dengan rasa kehilangannya.
Andrea menolak menerima kenyataan bahwa ayahnya telah berubah. Ia percaya bahwa di dalam diri ayahnya masih ada sosok yang ia kenal dan cintai. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk memulai sebuah "misi" untuk mencari dan mendekati ayahnya kembali.
Ia berharap dapat mengembalikan hubungan mereka seperti semula. Ia berharap dapat merasakan kembali kasih sayang ayahnya.