entertainment

Review Y2K (2024), Menelisik Kembali Kepanikan Milenium dalam Balutan Komedi Horor

Jumat, 27 Desember 2024 | 15:06 WIB
Poster film Y2K (2024) (Instagram @a24)

KLIK SAJA - Para movie lovers, khususnya bagi kalian yang mengalami atau sekadar mendengar desas-desus tentang kiamat komputer di penghujung milenium, bersiaplah! Kali ini, kita akan membahas sebuah film yang mengangkat kembali memori kolektif tersebut dalam balutan komedi horor yang cukup unik: Y2K (2024).

Film ini menandai debut penyutradaraan Kyle Mooney, seorang komedian yang dikenal lewat penampilannya di Saturday Night Live.

Di bawah bendera produksi A24, studio yang terkenal dengan film-film indie berkualitas dan berani, Mooney mencoba menghadirkan interpretasi segar tentang isu Y2K yang sempat menghebohkan dunia di akhir tahun 90-an.

Bagi yang belum tahu, Y2K atau Year 2000 problem adalah isu yang muncul karena sistem komputer pada masa itu umumnya hanya menyimpan dua digit terakhir tahun.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pada pergantian tahun 1999 ke 2000, komputer akan salah membaca tahun 2000 sebagai tahun 1900, yang berpotensi menyebabkan kekacauan di berbagai sektor, mulai dari perbankan, transportasi, hingga sistem pertahanan.

Kepanikan ini begitu meluas hingga memunculkan berbagai teori konspirasi dan persiapan menghadapi kiamat teknologi.

Film berdurasi 1 jam 31 menit ini mulai dirilis pada 6 Desember 2024, dan sampai sekarang mendapat review beragam dengan nilai 5.1/10 di IMDb. Sebuah angka yang lumayan didapatkan Mooney paa karya debutnya.

Baca Juga: Review Film Moana 2 (2024), Panggilan Leluhur, Babak Baru Perjalanan Moana

Kembali ke Masa Dial-Up dan Boyband

Y2K (2024) mengajak kita kembali ke malam tahun baru 1999, di mana Eli (diperankan oleh Jaeden Martell), seorang remaja introvert dan Danny (Julian Dennison), sahabatnya yang lebih ekstrovert, menghadiri sebuah pesta sekolah menengah.

Suasana pesta yang awalnya berjalan normal tiba-tiba berubah menjadi kacau balau ketika teknologi mulai bertingkah aneh. Peralatan elektronik di rumah tersebut mulai menunjukkan gejala kerusakan, bahkan beberapa di antaranya seolah-olah hidup dan menyerang manusia.

Di tengah kekacauan tersebut, muncul karakter Laura (Rachel Zegler), seorang gadis yang menarik perhatian Eli. Kehadiran Laura menambah dinamika dalam cerita, di tengah situasi yang semakin tidak terkendali.

Tak ketinggalan, ada penampilan khusus dari Fred Durst sebagai dirinya sendiri, yang semakin menambah nuansa nostalgia era 90-an. Dari pager yang berbunyi sendiri, televisi yang menampilkan gambar-gambar aneh, hingga game console yang memberontak, semua elemen teknologi di film ini seolah-olah menjadi representasi dari ketakutan akan Y2K.

Baca Juga: Review Film Small Things Like These (2024), Reuni Maut Cillian Murphy dan Sutradara Peaky Blinders!

Halaman:

Tags

Terkini