Kemampuan Akting Para Pemain
Selanjutnya yang akan saya sorot dalam review ini adalah kemampuan akting para pemainnya.
Celine okelah ya kalau menurut saya, dia bisa dibilang mendominasi film ini dan gregetnya cukup dapat. Tapi Samuel dan Erika agak sedikit pasif.
Aktingnya terlalu lempeng-lempeng saja. Mungkin karena memang skenario filmnya demikian. Justru akting Marcel Widianto sebagai figuran malah lebih oke.
Baca Juga: Jago Bahasa Inggris? Sudah Siap Jadi Duta Bahasa Internasional? Cek Timeline Pendaftarannya!
Ending Film
Jujur waktu baca sinopsisnya, lihat siapa saja yang main, itu ekspektasi saya sudah cukup tinggi.
Di awal saya masih cukup menikmati filmnya, masuk ke pertengahan, okelah. Tapi masalahnya waktu di ending filmnya.
Tidak jelas apa motif si Nuri ini mengambil bayi Yuni dan saat melakukan sesembahan memakai bayi juga tidak tuntas itu untuk tujuan apa.
Baca Juga: Mengenal Turkiye Scholarship, Program Beasiswa Keren Dari Negerinya Muhammad Fatih
Satu lagi, kemunculan sosok wanita dengan cunduk mentul di kepala juga tidak dijelaskan itu siapa.
Secara keseluruhan menurut saya film Sosok Ketiga ini sebetulnya oke di awal. Mungkin malah lebih bagus kalau film Sosok Ketiga ini dijadikan film thriller, jangan horor.
Itu dia review film Sosok Ketiga, untuk pecinta film horor yang penasaran dengan Sosok Ketiga bisa nonton langsung di Netflix. ***