KLIK SAJA - Bagi para pecinta drama Thailand (lakorn) yang menggemari paduan ketegangan horor, misteri, dan konflik keluarga yang pekat, seri terbaru rilisan 2026 dari Netflix berjudul Black Coral (judul asli Thailand: Pakarang See Dum menjadi salah satu judul yang sangat menarik untuk dilirik.
Diadaptasi dari novel populer karya Pradit Kaljareuk, drama berjumlah 30 episode ini disutradarai oleh Banjong Sintanamongkolgul dan ditayangkan di jaringan Netflix.
Mengusung genre Thriller, Horror, dan Drama, Black Coral menyajikan atmosfer mencekam yang memadukan keindahan bawah laut dengan legenda hantu yang kelam.
Sinopsis
Kisah berfokus pada Narathon (diperankan oleh Fair Gundon Akhazzan), seorang ahli biologi laut (marine biologist) yang mendedikasikan hidupnya untuk memulihkan ekosistem terumbu karang di Thailand.
Namun, misinya yang mulia berbelok menjadi teror gelap ketika ia mendengar keberadaan terumbu karang langka nan murni yang tersembunyi di dekat Skull Island (Pulau Tengkorak)—sebuah kawasan terisolasi yang dikenal terkutuk dan dikelilingi oleh pusaran air mematikan.
Untuk menelusuri rahasia pulau tersebut, Narathon bekerja sama dengan seorang profesor fotografi bernama Prachaya serta Kaimook (diperankan oleh Namwan Raknapak Wongtanatat), seorang fotografer penyelam berbakat.
Tanpa disadari, keterlibatan Kaimook justru membuka ingatan dan obsesi masa lalu dari Phum, ayah Narathon yang merupakan seorang konglomerat yang telah lama renggang dengannya.
Makin dalam Narathon menyelami misteri Skull Island, semakin banyak rahasia kelam yang terkuak, seperti adanya persengkongkolan antara Phum dan sosok misterius bernama Sairung terkait kepemilikan tanah dan perairan pulau tersebut.
Adapula Kehadiran sosok arwah misterius bernama Sarai, yang memiliki hubungan gaib nan menghantui dengan terumbu karang tersebut—menjadi kunci yang bisa membawa keselamatan atau justru kematian bagi mereka semua.
Review
Black Coral tidak sekadar menjual kejutan horor (jump scare), melainkan membangun ketegangan secara perlahan (slow-burn thriller).
Pertautan antara isu lingkungan (konservasi laut), rahasia kejahatan terorganisir, konflik keluarga konglomerat, hingga kutukan arwah lokal membuat alur ceritanya terasa kaya dan tidak membosankan.