Review Film Gohan (2026), Kisah Persahabatan Manusia dan Anjing Yang Menyentuh Hati

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 26 Mei 2026 | 20:48 WIB
Gohan (2026) (youtube)
Gohan (2026) (youtube)

KLIK SAJA – Sepintas dari penamaan judulnya, kita pasti mengira film ini mengisahkan anaknya Goku dalam Dragon Ball, eits.. bukan! ini film drama Thailand bertema hewan peliharaan yang siap menguras air matamu.

Film ini dirilis pada 2026 dan disutradarai oleh Chayanop Boonprakob, Nattawut Poonpiriya, serta Atta Hemwadee.

Film ini diproduksi oleh GDH 599, studio di balik film-film populer seperti How to Make Millions Before Grandma Dies, The Paradise of Thorns, dan Bad Genius.

Film ini dibintangi Jinjett Wattanasin, Tontawan Tantivejakul, Chartchai Chinsri, Nopphand Boonyai, Kitachima Yasushi, dan Poe Mamhe Thar.

Plot Cerita

Film ini mengisahkan seekor anak anjing liar berbulu putih dengan hidung merah muda yang hidup di depan minimarket 7-Eleven di Si Racha, Chonburi.

Suatu hari, Hiro, seorang insinyur otomotif asal Jepang yang mendekati masa pensiun, membawanya pulang dan memberinya nama “Gohan”.

Kehadiran Gohan membawa kebahagiaan baru dalam hidup Hiro yang sepi. Namun hubungan hangat mereka harus berakhir ketika Hiro meninggal dunia akibat COVID-19.

Sejak saat itu, hidup Gohan terus berubah. Ia sempat berada di penampungan anjing yang ternyata mengeksploitasi hewan liar, sebelum akhirnya diselamatkan oleh Namcha, pekerja migran asal Myanmar yang sangat menyayangi binatang.

Namcha kemudian menamainya “Brownie” dan membawanya menuju Bangkok, memulai perjalanan hidup baru yang penuh ketidakpastian.

Tahun demi tahun berlalu, hingga akhirnya Gohan menetap di stasiun kereta Hua Takhe dan kembali hidup sebagai anjing jalanan.

Di sana, ia bertemu pasangan mahasiswa, Pelé dan Jaidee, yang perlahan menjalin ikatan emosional dengannya. Jaidee bahkan memberi nama baru untuknya, “Hima”, terinspirasi dari warna bulunya.

Ketika usia Gohan semakin tua dan tubuhnya mulai melemah akibat penyakit ginjal stadium akhir, Jaidee memutuskan merawatnya.

Kehadiran anjing tua itu perlahan membuat Jaidee dan Pelé memahami arti cinta, kehilangan, dan makna sebuah rumah yang sesungguhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X