Review Film A Man Called Hero, Kisah Kepahlawanan Pendekar Legendaris Lintas Benua

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 8 Februari 2026 | 12:27 WIB
A Man Called Hero (apple tv)
A Man Called Hero (apple tv)

KLIK SAJA - A Man Called Hero adalah film wuxia asal Hong Kong yang dirilis pada tahun 1999, disutradarai oleh Andrew Lau.

Film ini diadaptasi secara longgar dari seri komik manhua berjudul Chinese Hero: Tales of the Blood Sword karya seniman Hong Kong, Ma Wing-shing.

Menggabungkan bela diri khas wuxia, tragedi keluarga, dan kisah kepahlawanan lintas benua, film ini menjadi salah satu adaptasi komik Tiongkok yang cukup ikonik pada masanya.

Plot Cerita

Kisah bermula pada awal era Republik Tiongkok. Seorang pemuda bernama Hua Hero diterima sebagai murid kedua oleh pendekar legendaris Pride setelah lulus sebuah ujian.

Namun kebahagiaannya sirna ketika ia pulang dan mendapati kedua orang tuanya dibunuh oleh orang asing karena menentang perdagangan opium.

Dikuasai amarah, Hero membalas dendam dengan membunuh para pelaku. Demi menghindari penangkapan, ia melarikan diri ke Amerika, meninggalkan kekasihnya, Jade.

Enam belas tahun kemudian, Sword Hua, putra Hero, bersama sahabat lama Hero bernama Sheng, tiba di New York pada perayaan Tahun Baru Imlek.

Di Chinatown, mereka terlibat dalam konflik yang membawa mereka pada kisah masa lalu Hero—tentang pertemanannya dengan seorang biksu bernama Luohan, kehidupannya sebagai buruh di Steel Bull Canyon, serta reuni dan pernikahannya dengan Jade di Amerika.

Tragedi kembali menghantam ketika Jade meninggal akibat pendarahan saat melahirkan anak kembar, sementara salah satu bayi diculik oleh pengkhianat bernama Bigot dan menghilang tanpa jejak.

Dihantui ramalan bahwa dirinya membawa nasib buruk bagi orang-orang terdekat, Hero memilih menjauh dari anaknya dan menjalani hidup dalam kesendirian.

Di masa kini, Sword dan rekan-rekannya berusaha membebaskan para buruh yang tertindas di Steel Bull Canyon.

Upaya tersebut memicu pertemuan kembali antara Sword dan ayahnya. Konflik memuncak ketika Invincible, musuh lama Pride, menantang Hero dalam duel terakhir.

Pertarungan klimaks berlangsung di atas Patung Liberty, menjadi simbol benturan antara masa lalu dan masa depan Hero.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X