Review Film Soul Eating Spider (2023), Kisah Epik Pertarungan Dua Kekuatan Besar Dunia Persilatan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 26 Desember 2025 | 18:00 WIB
Soul Eating Spider (Iqyi)
Soul Eating Spider (Iqyi)

KLIK SAJA - Soul Eating Spider (2023) adalah film Tiongkok yang memadukan genre aksi, komedi, dan fantasi wuxia dalam satu sajian yang dinamis.

Film ini disutradarai oleh Lizhoui Wei dan David Wai, serta dibintangi oleh Jia Zheng Yu, Mavis, Angelina, dan Natas Asoka.

Dengan latar dunia persilatan yang dipenuhi intrik kebaikan dan kejahatan, film ini menawarkan kisah epik tentang pengorbanan, loyalitas, dan perjuangan menjaga keseimbangan dunia.

Plot Cerita

Kisah Soul Eating Spider berawal dari pertarungan besar antara dua kekuatan utama: sekte Longmen yang menjunjung kebenaran dan sekte Yimen yang mewakili kejahatan.

Pertempuran sengit di puncak Kunlun berakhir dengan kehancuran sekte Yimen.

Setelah kemenangan tersebut, Lang Yan, pemimpin sekte Longmen, mendirikan Kota Naga sebagai simbol perdamaian.

Ia juga membentuk Organisasi Penjaga Naga yang bertugas menjaga ketenteraman dunia persilatan.

Namun, kedamaian itu tidak bertahan lama. Dua belas tahun kemudian, Kota Naga diserang oleh makhluk mengerikan: laba-laba pemakan jiwa. Lang Yan diracuni, dan ancaman kehancuran kembali menghantui kota.

Baca Juga: Review Film Detective Dee: Solitary Skies Killer (2020) Kisah Detektif Ungkap Pembunuhan Misterius Berbalut Unsur Supranatural

Dalam situasi genting ini, Fang Yuan, pemimpin Organisasi Penjaga Naga, bersama Ji Xinye, seorang tokoh suci, memulai perjalanan berbahaya menuju kota siluman.

Tujuan mereka adalah mencari Zhang Lianhua, seorang dokter jenius yang diyakini mampu menyelamatkan Lang Yan.

Perjalanan tersebut penuh rintangan dan bahaya.

Ketiganya harus menghadapi berbagai ujian, mengungkap konspirasi keturunan sekte Yimen yang diam-diam merencanakan kehancuran Kota Naga, hingga akhirnya terlibat dalam pertempuran klimaks melawan laba-laba pemakan jiwa yang menjadi simbol teror dan balas dendam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X