Review Film The Da Vinci Code (2006), Sebuah Karya Masterpiece Kontroversial Memuat Simbol-Simbol Agama Misterius

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 20:32 WIB
Da Vinci Code (berbagai sumber)
Da Vinci Code (berbagai sumber)

KLIK SAJA - The Da Vinci Code adalah film misteri thriller tahun 2006 yang disutradarai oleh Ron Howard, ditulis oleh Akiva Goldsman, dan diadaptasi dari novel fenomenal karya Dan Brown yang terbit pada tahun 2003 dengan judul yang sama.

Film ini merupakan seri pertama dari Robert Langdon film series, dibintangi oleh Tom Hanks, Audrey Tautou, Ian McKellen, Alfred Molina, Jürgen Prochnow, Jean Reno, dan Paul Bettany.

Film ini mengikuti kisah Robert Langdon, seorang profesor simbologi agama dari Universitas Harvard, yang tiba-tiba menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan brutal terhadap kurator Louvre, Jacques Saunière.

Polisi menemukan pesan aneh berupa kode misterius di dekat jasad korban, dan penyelidikan pun dimulai.

Dengan bantuan Sophie Neveu, seorang ahli kriptografi kepolisian sekaligus cucu Saunière, Langdon melarikan diri dan memulai pencarian menuju rahasia legendaris Holy Grail.

Dalam perjalanan, mereka bertemu Sir Leigh Teabing, sejarawan Inggris sekaligus ahli Grail, yang mengungkap teori bahwa Holy Grail sebenarnya bukan cawan, melainkan Maria Magdalena sendiri — yang diyakini sebagai istri Yesus Kristus dan ibu dari keturunannya.

Baca Juga: Review Film Natural Born Killers (1994), Kisah Pasangan Kekasih Pembunuhan Berantai yang Penuh Aksi Brutal dan Absurd

Sementara itu, sebuah kelompok rahasia dari organisasi Opus Dei juga turut memburu Grail.

Mereka berusaha menyembunyikan kebenaran itu demi melindungi ajaran Gereja Katolik dan mencegah runtuhnya fondasi keimanan Kristen.

Baik film maupun novelnya menimbulkan kontroversi besar, terutama dari pihak Gereja Katolik.

Cerita film dianggap menuduh Gereja terlibat dalam konspirasi selama dua ribu tahun untuk menutupi kebenaran tentang apa sebenarnya Holy Grail dan hubungan antara Yesus Kristus serta Maria Magdalena.

Selain itu, penggambaran tentang organisasi Priory of Sion dan Opus Dei juga menuai kecaman. Banyak pemuka Gereja menyerukan umat Katolik untuk memboikot film ini.

Dalam bukunya, Dan Brown menyatakan bahwa “Priory of Sion serta seluruh deskripsi tentang karya seni, arsitektur, dokumen, dan ritual rahasia dalam novel ini adalah akurat” — pernyataan yang semakin memperkuat kontroversi tersebut.

Alur Cerita

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X