KLIK SAJA - Penyanyi dan dokter bedah plastik, Tompi, memutuskan untuk keluar dari Wahana Musik Indonesia (WAMI) setelah merasa kecewa dengan cara Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) mendistribusikan royalti.
Dalam unggahan di Instagram, Tompi mengungkapkan bahwa ia dan mendiang Glenn Fredly pernah beberapa kali membahas masalah royalti yang didapat dari konser musik.
Namun, ia tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskannya dari pihak LMK.
Ia mempertanyakan bagaimana proses penghitungan royalti yang didapatkan oleh pencipta lagu menurut hitungan dari LMK.
“Emang ngitungnya gimana?? Ngebaginya atas dasar apa??” tambahnya.
Dengan polemik royalti yang kini tengah memanas karena banyak pihak yang berbenturan dan tak mendapat jawaban pastinya, Tompi mengungkapkan bahwa dirinya resmi keluar dari WAMI.
“Jawaban yang nggak masuk akal sehat saya dan semakin ke sini kok semakin kisruh aja,” tulisnya.
“Jadi per kemarin (Senin, 11 Agustus 2025) saya sudah minta manager saya, @natalia_281, untuk KELUAR keanggotaan dari @wami.id,” tegasnya.
Pada akhir pernyataannya, pelantun lagi hits Ramadhan Datang itu membebaskan orang-orang untuk terus menyanyikan lagunya dan tidak akan menuntut royalti sampai ada akhir yang jelas mengenai polemik ini.
“Silahkan yang mau menyanyikan lagu-lagu saya di semua panggung-panggung pertunjukan konser kafe, mainkan, saya nggak akan ngutip apapun sampai pengumuman selanjutnya,” tukasnya.
Sementara itu, LMK WAMI saat ini tengah berselisih dengan penyanyi Ari Lasso terkait hal yang sama, yakni perhitungan royalti.
Ari Lasso menyatakan bahwa ia hanya menerima sekitar Rp700 ribu dari sekian puluh juta uang dari hasil lagunya dan menuntut penjelasan transparan dari WAMI.***
Artikel Terkait
Review Film 'Legend of the Wolf' (1997), Kisah Pengkhianatan dan Pertarungan Hidup Mati Sang Pembunuh Legendaris
Review Film '6DAYS' (2025), Kisah di Balik Layar yang Penuh Tawa, Tangis, dan Musik Akustik Eksklusif
Review Film 'Pretty Crazy (2025), Upaya Gil-gu Menyelamatkan Seon-ji dari Kutukan Iblis
Review Film 'Darah Nyai (2025), Menelusuri Rahasia Gelap di Pesisir Selatan
Review Film 'Mendadak Dangdut' (2025), Kisah Naya dari Gemerlap Pop ke Keroncongan Hati