Review Film 'Mechanic: Resurrection' (2016), Ketika Pensiun Berakhir dengan Misi Pembunuhan Mustahil Demi Wanita Tercinta

photo author
- Kamis, 8 Mei 2025 | 16:03 WIB
Review Film 'Mechanic: Resurrection' (2016), Ketika Pensiun Berakhir dengan Misi Pembunuhan Mustahil Demi Wanita Tercinta (Poster Film Mechanic Resurrection / IMDb)
Review Film 'Mechanic: Resurrection' (2016), Ketika Pensiun Berakhir dengan Misi Pembunuhan Mustahil Demi Wanita Tercinta (Poster Film Mechanic Resurrection / IMDb)

KLIK SAJA - Jason Statham kembali dengan keahlian mematikan dan karisma dinginnya dalam "Mechanic: Resurrection," sekuel dari film aksi "The Mechanic."

Dirilis pada tahun 2016, film ini sekali lagi menampilkan Statham sebagai Arthur Bishop, seorang mantan pembunuh bayaran elit yang berusaha menjalani kehidupan tenang di masa pensiunnya.

Namun, kedamaian Bishop terusik ketika masa lalunya kembali menghantuinya, memaksa ia keluar dari persembunyian untuk menyelamatkan wanita yang dicintainya dari cengkeraman musuh berbahaya.

Dengan adegan aksi ekstrem yang mendebarkan dan koreografi pertarungan yang memukau, "Mechanic: Resurrection" menjanjikan hiburan seru dan tanpa henti bagi para penggemar genre action thriller.

Baca Juga: Review Film '47 Meters Down' (2017), Sajikan Ketegangan Terjebak Bersama Hiu Ganas

Kisah "Mechanic: Resurrection" bermula ketika Arthur Bishop menikmati kehidupannya yang tenang di sebuah pulau terpencil.

Namun, kebahagiaannya terusik oleh kemunculan seorang musuh lama yang menculik kekasihnya, Gina, yang diperankan oleh Jessica Alba.

Untuk menyelamatkan Gina, Bishop dipaksa untuk kembali ke dunia pembunuhan bayaran dan menyelesaikan serangkaian misi pembunuhan yang mustahil terhadap target-target berbahaya di berbagai belahan dunia.

Setiap misi dirancang sedemikian rupa agar terlihat seperti kecelakaan, menguji keahlian Bishop dalam merencanakan dan melaksanakan pembunuhan tanpa jejak.

Dalam usahanya menyelamatkan Gina, Bishop harus berhadapan dengan berbagai macam musuh, mulai dari gembong narkoba hingga pedagang senjata internasional.

Aksi kejar-kejaran yang intens, pertarungan tangan kosong yang brutal, serta penggunaan senjata api dengan presisi tinggi menjadi sajian utama dalam film ini.

Baca Juga: Review Film 'The Three Musketeers: D'Artagnan' (2023), Selamatkan Ratu dari Konspirasi Istana

Statham sekali lagi menunjukkan keahliannya dalam melakukan adegan-adegan aksi yang memukau, dengan gerakan-gerakan yang cepat, efisien, dan mematikan.

Latar belakang lokasi syuting yang eksotis di berbagai negara juga menambah daya tarik visual film ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X