4 Alasan Mengapa Animasi Doraemon Tak Lekang Zaman di Berbagai Negara

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 12 April 2025 | 06:35 WIB
Doraemon, Nobita dan Kawan-kawan (Gramedia)
Doraemon, Nobita dan Kawan-kawan (Gramedia)

Doraemon adalah salah satu ikon animasi paling legendaris dari Jepang yang telah menembus lintas generasi dan budaya.

Bahkan hingga kini tayangan animasi ini masih bersliweran di layar kaca berbagai negara termasuk Indonesia.

Diciptakan oleh duo penulis Fujiko F. Fujio (Hiroshi Fujimoto dan Motoo Abiko), Doraemon pertama kali muncul dalam bentuk manga pada tahun 1969.

Sejak saat itu, ia berkembang menjadi waralaba global yang mencakup serial anime, film layar lebar, hingga berbagai produk merchandise yang tersebar di seluruh dunia.

Doraemon adalah robot kucing dari abad ke-22 yang datang ke masa lalu untuk membantu seorang anak pemalas namun berhati baik bernama Nobita Nobi.

Baca Juga: 4 Kejanggalan Film Animasi Aladdin (1992) Versi Disney, Salah Satunya Tidak Islami!

Cerita mereka begitu dekat dengan keseharian, namun tetap sarat fantasi dan petualangan.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat Doraemon tetap relevan dan dicintai hingga hari ini? Berikut empat alasan utamanya:

  1. Konsep Cerita yang Universal

Doraemon menyuguhkan tema yang mudah dipahami oleh siapa pun, di mana pun.

Kisahnya menyentuh persoalan sehari-hari—seperti persahabatan, perjuangan sekolah, impian masa depan, hingga konflik kecil dalam kehidupan anak-anak—yang membuatnya sangat relatable di berbagai budaya.

Tak perlu jadi orang Jepang untuk bisa tertawa bersama Nobita, kagum pada alat-alat Doraemon, atau jengkel pada kelakuan Giant.

Sebenarnya manga lainnya yang sezaman seperti P Man dan lainnya mengusung konsep yang hampir mirip, namun kisah Nobita Bersama teman-temannya memang dirasakan sangat universal.

  1. Inspirasi Inovasi Teknologi

Salah satu daya tarik utama Doraemon adalah kantong ajaibnya yang penuh dengan alat-alat dari masa depan.

Dari Pintu Kemana Saja, Baling-baling Bambu, hingga Mesin Waktu, semuanya menyulut imajinasi anak-anak tentang apa yang mungkin dicapai oleh teknologi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X