Review Film 'The Electric State' (2925), Sebuah Karya Sinematik yang Menggugah Pemikiran Masa Depan Antara Manusia dan Mesin

photo author
- Rabu, 19 Maret 2025 | 13:25 WIB
Review Film  'The Electric State' (2925), Sebuah Karya Sinematik yang Menggugah Pemikiran Masa Depan Antara Manusia dan Mesin (Poster Film The Electric State / IMDb)
Review Film 'The Electric State' (2925), Sebuah Karya Sinematik yang Menggugah Pemikiran Masa Depan Antara Manusia dan Mesin (Poster Film The Electric State / IMDb)

KLIK SAJA - “The Electric State” adalah film yang diadaptasi dari novel grafis karya Simon Stålenhag.

Cerita ini berfokus pada Michelle, yang diperankan oleh Millie Bobby Brown, seorang remaja yang hidup dalam dunia dystopian yang penuh dengan ketegangan dan ancaman.

Di dunia ini, manusia terjebak dalam perang melawan robot-robot yang mengancam keberadaan mereka.

Kehilangan kedua orang tua dan adiknya membuat Michelle menjadi sosok yang kesepian dan penuh rasa sakit.

Baca Juga: Review Film 'The One' (2001), Kombinasikan Aksi Cepat dan Pemikiran Filosofis

Suatu hari, Michelle bertemu dengan sebuah robot yang mengaku sebagai adiknya, Christopher, yang diperankan oleh Woody Norman.

Robot ini memberikan harapan baru bagi Michelle untuk menemukan kembali keluarganya dan menyelamatkan Christopher dari tangan ilmuwan jahat bernama Ethan Skate, yang diperankan oleh Stanley Tucci.

Dalam perjalanan mereka, Michelle harus menghadapi berbagai rintangan dan tantangan di dunia yang keras ini.

Film ini menggambarkan bagaimana teknologi dapat menjadi pedang bermata dua; di satu sisi memberikan kenyamanan melalui VR (Virtual Reality), tetapi di sisi lain juga menciptakan ancaman nyata bagi umat manusia.

Visualisasi dunia futuristik dalam film ini sangat memukau, menampilkan lanskap yang suram namun indah secara bersamaan.

Baca Juga: Review Film 'We Live in Time' (2024), Eksplorasikan Tema Cinta, Kehilangan, dan Harapan

Michelle berjuang tidak hanya untuk menyelamatkan adiknya tetapi juga untuk menemukan makna hidupnya di tengah kehampaan emosional akibat kehilangan.

Hubungan antara manusia dan mesin menjadi tema sentral dalam film ini, menggugah pemikiran tentang apa artinya menjadi manusia di era teknologi canggih.

Rating

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X