KLIK SAJA - Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018) bukan sekadar film animasi superhero biasa. Film berdurasi 117 menit dengan rating 8.4/10 di IMDb ini, disutradarai oleh Bob Persichetti, Peter Ramsey, dan Rodney Rothman, menghadirkan terobosan dalam animasi dan memberikan perspektif baru tentang mitos Spider-Man.
Dengan gaya visual yang unik dan cerita yang menyentuh, film ini berhasil memikat penonton dari berbagai usia.
Kini dunia semakin tahu bahwa Spider-Mad bukanlah hanya seorang Peter Parker, melainkan ada juga anak bersemangat bernama Miles Morales.
Baca Juga: Review Film Sonic the Hedgehog (2020): Kecepatan dan Nostalgia dalam Adaptasi Perdana yang Menghibur
Kisah Miles Morales dan Multiverse Spider-Man
Film ini memperkenalkan Miles Morales (Shameik Moore), seorang remaja Afro-Latino dari Brooklyn yang mendapatkan kekuatan laba-laba dan menjadi Spider-Man.
Namun, Miles tidak sendirian. Sebuah insiden membuka portal ke dimensi lain, membawa berbagai versi Spider-Man ke dunianya, termasuk Peter B. Parker (Jake Johnson), Spider-Gwen (Hailee Steinfeld), Spider-Man Noir (Nicolas Cage), Peni Parker (Kimiko Glenn), dan Spider-Ham (John Mulaney).
Bersama-sama, mereka harus bekerja sama untuk menghentikan Kingpin (Liev Schreiber), yang menciptakan alat yang mengancam realitas multiverse. Miles, yang masih belajar mengendalikan kekuatannya, harus menerima tanggung jawab sebagai Spider-Man dan memimpin tim Spider-People untuk menyelamatkan dunia mereka.
Kekuatan utama film ini terletak pada penceritaan karakternya. Miles Morales digambarkan dengan sangat relatable, dengan pergolakan remaja dan perjuangannya untuk menemukan jati diri. Interaksinya dengan berbagai versi Spider-Man juga menghasilkan momen-momen komedi dan emosional yang kuat.
Baca Juga: Review Film Sonic the Hedgehog 2 (2022): Aksi Lebih Banyak, Nostalgia Berlipat Ganda
Miles Morales: Nafas Baru dalam Dunia Spider-Man
Salah satu kekuatan terbesar Into the Spider-Verse adalah pengenalan Miles Morales. Selama bertahun-tahun, sosok Peter Parker telah identik dengan Spider-Man.
Artikel Selanjutnya
Review Film Madame Web (2024): Jaring Takdir yang Kusut, Kejatuhan Sony's Spider-Man Universe?
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Sumber: IMDb
Artikel Terkait
Review Film Madame Web (2024): Jaring Takdir yang Kusut, Kejatuhan Sony's Spider-Man Universe?
Review Film The Bikeriders (2024): Potret Di Balik Deru Mesin Komunitas Motor Era 60-an
Review Film The Watchers (2024): Debut Ishana Shyamalan dan Pengawasan Mencekam
Review Film Sonic the Hedgehog (2020): Kecepatan dan Nostalgia dalam Adaptasi Perdana yang Menghibur
Review Film Sonic the Hedgehog 2 (2022): Aksi Lebih Banyak, Nostalgia Berlipat Ganda
Review Film Sonic the Hedgehog 3 (2024): Pertarungan Epik dan Kembalinya Shadow