KLIK SAJA - Setelah sukses mengajak penonton menyelami dunia emosi Riley di Inside Out (2015), Pixar Animation Studios kembali hadir dengan Inside Out 2 (2024).
Disutradarai oleh Kelsey Mann dan ditulis oleh Meg LeFauve dan Dave Holstein, film ini melanjutkan perjalanan emosional Riley Andersen, kini di usia remaja.
Berdurasi 1 jam 36 menit, Inside Out 2 kembali menawarkan petualangan yang menghibur sekaligus edukatif, kali ini dengan fokus pada kompleksitas emosi yang muncul di masa pubertas.
Baca Juga: Review Film Inside Out (2015): Sebuah Perjalanan Emosional Menjelajahi Labirin Pikiran Riley
Riley Beranjak Remaja
Inside Out 2 mengambil latar waktu beberapa tahun setelah film pertama. Riley kini berusia 13 tahun dan memasuki masa pubertas, sebuah periode penting dalam perkembangan emosi manusia.
Di Markas Besar, para emosi—Senang (Joy), Sedih (Sadness), Marah (Anger), Jijik (Disgust), dan Takut (Fear)—masih bertugas mengendalikan emosi Riley.
Namun, segalanya berubah ketika muncul emosi-emosi baru yang menandai masa remaja: Cemas (Anxiety), Malu (Embarrassment), Iri (Envy), dan Bosan (Ennui).
Kehadiran Cemas, yang digambarkan sebagai karakter yang hiperaktif dan selalu khawatir, membawa dinamika baru di Markas Besar. Cemas merasa bertanggung jawab untuk mempersiapkan Riley menghadapi berbagai kemungkinan buruk di masa depan, seringkali dengan cara yang berlebihan.
Hal ini menyebabkan konflik dengan Senang, yang masih berusaha mempertahankan kebahagiaan Riley.
Konflik memuncak ketika Cemas mengambil alih kendali dan menekan emosi-emosi lama, termasuk Senang dan Sedih, jauh di dalam pikiran Riley.
Artikel Terkait
Review Film Bird (2024): Tatapan Dua Burung dalam Pencarian Jati Diri
Review Film LIFT (2024), Aksi Pencurian Yang Kekinian dan Menyegarkan di NETFLIX
Review Film The Tearsmith (2024): Perjuangan Cinta yang Terpendam dalam "Makam Jiwa"
Review Film Wicked (2024): Kisah Awal Glinda dan Elphaba di Balik Tirai Emerald City
Review Film A Complete Unknown (2024): Pembentukan Identitas Bob Dylan yang Mengguncang Dunia
Review Film Inside Out (2015): Sebuah Perjalanan Emosional Menjelajahi Labirin Pikiran Riley