Review Film Joker: Folie à Deux (2024): Menyelami Kegilaan Arthur Fleck dan Harley Quinn dalam Simfoni yang Kelam

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Senin, 30 Desember 2024 | 09:11 WIB
 link Nonton Film JOKER FOLIE A DEUX Full Movie (tix.id)
link Nonton Film JOKER FOLIE A DEUX Full Movie (tix.id)

KLIK SAJA - Setelah kesuksesan Joker (2019) yang memukau dengan genre dark-comedy-thriller yang kuat, Todd Phillips kembali dengan sekuel yang berani dan kontroversial: Joker: Folie à Deux (2024).

Bersama penulis naskah Scott Silver, Phillips mengambil langkah berjudi dengan mengubah genre film ini menjadi lebih musikal, sebuah keputusan yang pada akhirnya menuai kritik negatif dari banyak pihak. Padahal, ekspektasi terhadap film ini sangat tinggi, terutama karena kesuksesan film pertamanya.

Film ini mencoba mengeksplorasi dinamika hubungan yang intens dan destruktif antara Joker dan Harley Quinn dengan sentuhan musikal yang unik. Namun, alih-alih memberikan interpretasi yang segar dan memuaskan, Folie à Deux justru dianggap gagal memenuhi ekspektasi dan bahkan disebut sebagai salah satu adaptasi komik terburuk oleh beberapa kritikus.

Berdurasi 2 jam 18 menit, Joker: Folie à Deux mendapat nilai 5.2/10 di IMDb menunjukkan penurunan jauh dibanding rating 8.3/10 di film perdananya.

Baca Juga: Review Film Damsel (2024): Millie Bobby Brown Membawa Pesan Perempuan Kuat dan Berbungkus Dark-Fiksi Apik

Cinta Athur Fleck Tervalidasi Lee Quinzel

Berlatar di Arkham Asylum, Folie à Deux melanjutkan kisah Arthur Fleck (Joaquin Phoenix) yang kini mendekam di sana. Di tengah lingkungan yang penuh kekacauan dan kegilaan, Arthur bertemu dengan Lee Quinzel (Lady Gaga), seorang psikiater di Arkham.

Pertemuan ini menjadi titik balik bagi keduanya. Lee, yang kemudian bertransformasi menjadi Harley Quinn, melihat sesuatu dalam diri Arthur yang tidak dilihat orang lain: sebuah koneksi dalam kegilaan.

Mereka saling menemukan validasi dan pelarian dalam dunia fantasi mereka sendiri. Film ini mengeksplorasi bagaimana hubungan mereka berkembang di dalam dan di luar tembok Arkham, diwarnai dengan adegan-adegan musikal yang merepresentasikan kondisi mental mereka yang labil.

Fokus utama babak ini adalah bagaimana Arthur Fleck menemukan cinta, atau setidaknya ilusi cinta, di tengah tempat yang paling tidak terduga.

Baca Juga: Review Film Dune: Part One (2021), Mata Paul Atreides Memandang Arrakis dan Takdirnya

Kritikan Pedas Menjadi Adaptasi Komik Terburuk?

Keputusan Todd Phillips untuk mengubah genre menjadi musikal dan fokus pada romansa antara Joker dan Harley Quinn menuai banyak kritik pedas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: IMDb, Warner Bros

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X