Review Film Dune: Part One (2021), Mata Paul Atreides Memandang Arrakis dan Takdirnya

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Minggu, 29 Desember 2024 | 22:21 WIB
Poster film Dune (Warner Bros)
Poster film Dune (Warner Bros)

KLIK SAJA - Dunia Dune yang luas dan kompleks diciptakan oleh Frank Herbert dalam novelnya, telah lama menjadi tantangan bagi para sineas. Banyak yang mencoba, tetapi hanya sedikit yang berhasil menangkap esensi dan keagungan visinya.

Denis Villeneuve hadir dengan Dune: Part One (2021), sebuah adaptasi yang ambisius dan memukau, yang tidak hanya menghidupkan Arrakis di layar lebar, tetapi juga memberikan perspektif yang mendalam melalui mata Paul Atreides, sang tokoh utama.

Dari halaman-halaman novel hingga proses produksi yang megah, Villeneuve membawa penonton dalam sebuah perjalanan epik ke galaksi masa depan yang penuh intrik politik, spiritualitas, dan bahaya.

Berdurasi 2 jam 35 menit, pecinta film patut mengapresiasi kesabaran Villeneuve dalam menyajikan mahakarya ini. Hasilnya? Skor 8/10 di IMDb langsung menyimbolkan acungan jempol ke atas bagi semesta bertabur bintang Hollywood ini.

Baca Juga: Review Film Evil Does Not Exist (2023), Evolusi Karya Ryusuke Hamaguchi dari Film Pendek ke Isu Global

Pemberontakan di Arrakis

Dune: Part One mengisahkan perjalanan Paul Atreides (Timothée Chalamet), seorang pemuda berbakat yang ditakdirkan untuk peran yang lebih besar dari yang ia bayangkan.

Ia adalah putra dari Duke Leto Atreides (Oscar Isaac), pemimpin House Atreides, dan Lady Jessica (Rebecca Ferguson), seorang anggota Bene Gesserit, ordo wanita dengan kekuatan psikis.

Kaisar Shaddam IV memerintahkan House Atreides untuk mengambil alih pengelolaan planet Arrakis, satu-satunya sumber "spice melange," zat yang sangat berharga yang memperpanjang umur, meningkatkan kemampuan mental, dan memungkinkan perjalanan antarbintang.

Sebelumnya, Arrakis dikelola oleh House Harkonnen yang kejam, dipimpin oleh Baron Vladimir Harkonnen (Stellan Skarsgård).

Leto menyadari bahwa penunjukan ini bisa jadi jebakan, mengingat persaingan sengit antara kedua House. Namun, ia menerima tugas tersebut demi kehormatan dan harapan untuk aliansi dengan suku Fremen, penduduk asli Arrakis yang tangguh dan mengenal seluk-beluk gurun.

Setibanya di Arrakis, Paul mulai mengalami mimpi dan penglihatan tentang masa depan, termasuk pertemuannya dengan seorang wanita Fremen bernama Chani (Zendaya). Ia juga belajar tentang bahaya Arrakis, termasuk cacing pasir raksasa yang mendiami gurun.

Serangan Harkonnen yang didukung oleh pasukan Kaisar terjadi, menghancurkan House Atreides. Leto terbunuh, dan Paul bersama ibunya, Jessica, melarikan diri ke gurun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X