Karena ukurannya, tempat yang paling tepat untuk memainkannya sudah jelas berada di luar ruangan.
Baik orang tua dan anak-anak biasanya bergantian memainkan Ligawka di luar ruangan sambil menyambut hari Natal.
Asal-usul Nama “Ligawka”
Nama ligawka pertama kali tercatat pada paruh kedua abad ke-18, dalam daftar berjudul Rejestr drzewnych rzeczy, które z jakiego drzewa robione bywają (“Daftar benda kayu yang dibuat dari jenis pohon tertentu”) karya Pastor Krzysztof Kluk, seorang naturalis sekaligus pastor paroki di Ciechanowiec pada tahun 1770–1796.
Dalam catatan tersebut disebutkan “legawki, w które pastuchy trąbią; osowe, wierzbowe” — yaitu “ligawka yang dimainkan oleh para gembala; dibuat dari kayu ash dan willow.”
Terdapat berbagai interpretasi mengenai asal kata ligawka, banyak di antaranya yang mengacu pada istilah perburuan.
Misalnya, tanduk yang digunakan dalam perburuan disebut legawka, yang berasal dari bahasa Polandia kuno pies legawy atau legawiec, yakni anjing pemburu (pointer) yang berbaring (legać) untuk memberi tanda kepada pemburu bahwa mangsa berada di dekatnya.
Salah satu penafsiran paling populer menyebut bahwa kata ligawka berasal dari dialek lokal kata kerja legać/ligać, yang berarti “meletakkan sesuatu.”
Hal ini dikaitkan dengan cara para pemain tradisional meletakkan ligawka di atas sumur atau pagar, lalu meniupnya ke arah hutan agar suara yang dihasilkan terdengar sejauh mungkin.
Para pemain dan pembuat ligawka masa kini juga menggunakan istilah ligać untuk menggambarkan kegiatan meniup atau memainkan instrumen ini.***